Jadilah Manusia Yang Bermanfaat Bagi Sesama

Selamat Datang di Blog Saya

Kamis, 16 Agustus 2012

Mengukur kegagalan dan keberhasilan Puasa

Sumber dari : http://arif-dian.blogspot.com/2010/08/mengukur-kegagalan-dan-keberhasilan.html

Dalam kita melaksanakan semua perintah, termasuk perintah Allah, idealnya, memahami tujuan perintah tersebut, agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan mengetahui sejauh mana kualitas pekerjaan kita, tingkat keberhasilan kita dan segalanya. Seorang anak yang melaksanakan perintah orang tuanya agar bersekolah bilamana ia tidak mengerti untuk apa dia bersekolah atau ia tidak mengerti tujuan orang tua nya untuk apa ia bersekolah, akibatnya anak itu menjalankan asal asalan saja.

Demikian halnya, dalam kita melaksanakan puasa orang yang mengetahui tujuan puasa dalam menjalankan ibadah puasa juga akan berbeda baik dalam penerapannya maupun dalam hasil yang diperolehnya berkaitan dengan pengetahuan atau kepribadian. Allah dalam memberikan perintah biasanya ditunjukkan juga tujuannya, tetapi sifatnya masih umum, menegani detailnya diserahkan kepada manusianya sendiri untuk mencarinya karena al quran merupakan petunjuk yang bersifat umum. baca selengkapnya


TUJUAN BERPUASA
Tujuan berpuasa sebagaimana tertulis dalam QS Al Baqarah 183. Kalau menurut tinjauan Syar’inya, seperti tertulis dalam QS Al Baqarah 177 yakni
“ Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, Hari kemudian, malaikat malaikat, kitab kitab, nabi nabi dan memberikan musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang yang meminta minta dan hamba sahaya, mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan orang orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang yang benar dan mereka itulah orang yang bertaqwa. “

Tujuan puasa tidak mengarah pada pembentukan kesehatan seperti olah raga melainkan pembentukan moral dan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma dalam Islam.

Sekarang kita perlu pahami mengenai hubungan apa, jalinan system yang bagaimana, antara puasa dengan pembentukan kepribadian taqwa, bagaimana prosesnya puasa dapat membangun seseorang menjadi pribadi takwa, pribadi yang dapat menghindari diri dari kedosaan dan berpacu dalam kebaikan. Dari landasaan tujuan ini, akan dapat dijadikan standar untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan seseorang muslim dalam berpuasa. Tapi permasalahan hidup beragama atau pengabdian diri kepada Allah tidak cukup dengan mendapat pengakuan saja melainkan yang lebih penting adalah kualitasnya, karena kualitas itu akan menjadi bekal menghadapi tantangan hidup dijalan Allah, tanpa kualitas hampir dipastikan mereka akan gagal menghadapi tantangan hidup dijalan Allah.

Proses Puasa Ke Takwa

Kata puasa atau kata ashiiyam, menurut al Maraghi ialah mengekang rasa, menahan diri dari sesuatu, makna khusunya ialah menahan diri tidak makan tidak minum dan bersetubuh sejak fajar hingga matahari terbenam. Pengertian puasa menurut pandangan kami, dengan bersandar pada realitas psikologis ialah orang yang menahan diri tidak makan ketika dalam diri ada dorongan makan(lapar) menahan minum ketika dalam diri kita ada dorongan minum(haus) menahan dorongan menyalurkan seks ketika ada rangsangan seks. Menahan diri dari mencela,menghibah,menghina, menyombongkan diri ketika ada dorongan emosi tersebut, untuk suatu tujuan membangun kepribadian tangguh, orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosinya ,bangunan pribadinya akan labil dan ditentukan oleh keadaan perasaannya.

Allah menjadikan manusia sebagai makhluk yang berakal, juga berperasaa, dengan akalnya, manusia dapat mengenal berbagai realitas alam dan manusia dengan perasaanya manusia dapt merasakan berbagai kenikmatan dan menghindari diri daridari berbagai bentuk kesakitan, baik jasmaniah dan rohaniah. Tapi disisi lain manusia adalah makhluk sosial, ia terikat hukum sosial yakni saling membutuhkan, saling menghargai hak dan kewajiban, saling memelihara lingkungan dari berbagai hal yang dapat merusaknya. Sifat dari akal adalah ialah melihat kenyataan di lapangan, sedangkan sifat dari perasaan adalah menuntut terpenuhi gejolak rasanya tanpa melihat hak dan kewajibansosial ketika manusia merasakan lapar akalnya berjalan untuk memenuhi kebutuhan perasaan laparnya, tetapi ia juga memperhatikan makanan apa yang boleh dimakan dan makanan apa yang tidak boleh dimakan, sedangkan perasaan laparnya tidak memeperdulikan itu semua ia hanya ingin sesuatu yang dapat memenuhi rasa laparnya apakah makana tersebut dimasukkan dari hasil mencuri atau bekerja. Ketika manusia dalam perasaan marah, secara perasaan ingin melampiaskan seluruh kemarahannya kepada orang yang membuuat marah tanpa melihat akibat yang ditimbulkan, atau ketika seorang terlibat dalam rasa cinta, ada dorongan kuat untuk menyalurkan seluruh rasa cintanya pada mereka yang dicintai dalam bentuk apapun tanpa melihat halal dan haramnya dll. Hanya kemampuan akalnya yang dapat mengerem semua tindakan emosionalnya dan jika akalnya tidak dapat menjadi rem yang baik maka, terapi yang baik adalah latihan membiasakan diri menahan dari tindakan emosional, lewat system puasa, adri sini akan lahir pengalaman baru dan kepribadian baru.

Perilaku Puasa

Dari pemikiran diatas, maka selayaknya orang berpuasa menyadari bahwa dirinya menghadapi latihan pengendalian dari berbagai emosi dan selalu melakukan evaluasi, khusunya pada akhir Ramadhan dengan I’tikaf. Dengan ini maka, perilaku orang yang berpuasa tidak hanya sekedar tidak makan-tidak minum, akan tetapi yang lebih dominana adalah menjaga tingkat emosi kita dalam menghadapai berbagai hal,tidak makan dan tidak minum bukan tujuanm ia hanya merupakan system utnuk latihan pengendalian emosi.
Menjaga emosi disaat orang dalam keadaan lapar memang berat karena pada kondisi ini seseorang mudah emosi sehingga perlu bagi rang berpuasa membuat system pengendalian emosi sebagai berikut:

1. Sistem kesadaran

Kesadaran doktriner
a. Kesadaran tentang larangan menuruti emosi
b. Kesadaran bahwa kami sedang latihan dan diuji untuk mengendalikan emosi
c. Bilamana berkaitan dengan orang lain mudah memaafkan

Kesadran pragmatis, membiasakan diri untuk melakukan tindakan atau perbuatan dengan mempertimbangkan fitrah manusia yakni benar dan salah, untung dan rugi.

2. Menutup jalan emosi

Orang yang emosi pasti ada sebab dan akibatnya, sebabnya bias lewat budaya,pembiasaan,kekeliruan, atau penyakit akibatnya dapat ke pikiran dan ke fisik, utnuk mentup jalan yang dapat membawa emosi yang berhubungan dengan sebab dapat dilakukan dengan mengoreksi budaya, tidak melakukan pembiasaan emosi atau tidak tergesa gesa dalam merespon, sedagkan yang berkaitan dengan aspek piker dapat dilakukan dengan cara mengabaikan atau berpikir positif modelnya bias lewat dzikir, meningakatkan kesibukan dan silaturahmi. Bilamana telah sampai ke jantung dapat dilakukan dengan cara latihan pernafasan.

3. HIjrah, tidak memasuki pada jaln jalan atau aktifitas yang dapat mengantarkan kita pada tindakan emosional, langkah ini dipandang sebagai yang terakhir karena system hijrah punya konsekuensi tinggi yaitu harus melepaskan segala hal hal yang positif. Perlu saya tekankan disini emosi bukan gambaran dari kekerasan meliankan juga dapat berbentuk keharmonisan, cinta kasih dan belas kasihan. Standarnya ialah tindakan yang tidak berdasarkan pengamatan empiris, benar salah, pertimbangan untung rugi melainkan Karena dororngan dorongan perasaan yang berkobar kobar.
Sistem perilaku praktis ialah:

1. Melaksanakan puasa dapat diterima dengan perasaan lapang, ringan syukur.
2. Dalam menghadapi dorongan emosi makan/minum, khususnya pada waktu berbuka hendaknya dilakukan secara wajar.
3. Bangun malam utnuk melaksanakan sahur hendaknya dilakukan secara rutin dan dengan makan yang bergizi.
4. Melakukan control nila dalam melakukan komunikasi
5. Jangan mengikuti dorongan emosi khusunya emosi seks

Puasa Yang Berhasil

Berdasarkan pemikiran diatas, utnuk mengukur keberhasilan dan kegagalan dalam berpuasa dapat dilihat dari kemampuannya mengendalikan emosi dalam menjalankanperintah Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menghadapi hambatannya maka nilai keberhasilannya tinggi sebaliknya orang yang tidak ada perubahan mengendalikan emosi dalam melaksanakan perintah maka dapat dipastikan kegagalan atau rendahnya kualitas puasanya. Orang yang berhasil puasanya akan mudah menjalankan semua yang diperintahkan Allah meskipun harus mengorbankan segalanya, inilah yang disebut PRIBADI TAKWA

Senin, 14 Mei 2012

KARYAWAN, DOSEN DAN KAPRODI BERPRESTASI 2011

Bertepatan dengan Upacara Hari Pendidikan Nasional yang telah diselenggarakan oleh UNS pada tanggal 2 Mei 2011 di Halaman Kantor Pusat, diumumkan peringkat/ranking staf UNS berprestasi dari masing-masing bidang pemilihan meliputi: Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi, Pustakawan Berprestasi, Laboran Berprestasi, Pengelola Keuangan Berprestasi, Dosen Berprestasi, dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Berprestasi.
Hasil dari lomba sebagai berikut:
  1. Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi, diraih oleh: peringkat 1 Tunggul Ardhi, S.Si (Bagian Pendidikan); peringkat 2 Sri Slamet Rahayu, A.Md (Fakultas Teknik); peringkat 3 Tetri Wahyu Aryanti, S.S (Fakultas Ekonomi)
  2. Pustakawan Berprestasi diraih oleh: peringkat 1 Bambang Hermanto, S.Pd. (UPT Perpustakaan), peringkat 2 Sri Utari, S.E. (Fakultas MIPA), peringkat 3 Hariyanto, S.IP (Fakultas Hukum)
  3. Laboran Berprestasi diraih oleh: peringkat 1 Ngadimin, S.Kom (Fakultas Ekonomi), peringkat 2 Sakroni, S.Kom (Fakultas MIPA), peringkat 3 Sulistyo, S.T. (Fakultas Pertanian)
  4. Peringkat Pengelola Keuangan Berprestasi diraih oleh: peringkat 1 Dwi Wahyudi, A.Md. (Bagian Keuangan), peringkat 2 (Dony Setiyawan (Bagian Keuangan), peringkat 3 Inggih Wigati, A.Md. (Fakultas Teknik). Sebagai penghargaan bagi yang telah berprestasi masing-masing akan mendapatkan reward: 1) peringkat 3 sebesar Rp 1.000.000,-; peringkat 2 sebesar Rp 1.500.000,- dan peringkat 1 sebesar Rp 2.000.000,-.
  5. Dosen Berprestasi diraih oleh: Juara 1 Dr. Samanhudi (Fakultas Pertanian), Juara 2 Drs. Sulistyo Saputro, M.Si. (Fakultas KIP), Juara 3 Dr. Eng. Agus Purwanto, ST, MT (Fakultas Teknik). Sebagai penghargaan bagi yang telah berprestasi masing-masing akan menerima reward: 1) peringkat 3 sebesar Rp 4.500.000,-; peringkat 2 sebesar Rp 5.500.000,- dan peringkat 1 sebesar Rp 8.000.000,-.
  6. Ketua Prodi Berprestasi adalah: Juara 1 Dody Ariawan, ST, MT (Fakultas Teknik), Juara 2 Dra. Endang Anggarwulan, M.Si. (Fakultas MIPA), Juara 3 Triyanto, S.Si, M.Si. (FKIP).
Sebagai penghargaan bagi yang telah berprestasi masing-masing akan menerima reward: 1) peringkat 3 sebesar Rp 3.000.000,-; peringkat 2 sebesar Rp 4.000.000,- dan peringkat 1 sebesar Rp 6.000.000,-.
(Kantor Humkers UNS).Ditulis pada 5 May 2011
Kategori: Nomor: 18/XVIII/2011

Kamis, 10 Mei 2012

Meningkatkan Kualitas Layanan di Perpustakaan


Penyebab dan Faktor Pencetus Asma

Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia, meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia di bawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tiga puluh tahunan.

Prof. Dr. dr Heru Sundaru, Sp.PD, KAI dari FKUI Universitas Indonesia mengatakan, “kasus asma pada anak di Indonesia lebih tinggi sedikit dibandingkan dewasa. Kemudian asma pada anak akan hilang sebagian, dan akan muncul lagi setelah dewasa karena perjalanan alamiah”.

Para ahli asma mempercayai bahwa asma merupakan penyakit keturunan dan sebagian besar orang yang menderita asma karena alergi terhadap sumber alergi tertentu (alergen). Alergen merupakan faktor yang berasal dari lingkungan.

Penyebab Penyakit Asma
Istilah penyebab asma sebenarnya kurang tepat karena sampai saat ini penyebab asma belum diketahui. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang asma untuk menerangkan sebab terjadinya asma, namun belum satu pun teori atau hipotesis yanga dapat diterima atau disepakati semua para ahli.

Meskipun demikian yang jelas saluran pernapasan penderita asma memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas). Asap rokok, tekanan jiwa, alergen pada orang normal tidak menimbulkan asma tetapi pada penderita asma rangsangan tadi dapat menimbulkan serangan.

respon imun

Gambar 1 : Respon Kekebalan Tubuh

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.
Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:
  • kontraksi otot polos
  • peningkatan pembentukan lendir
  • perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.

Faktor Pencetus Serangan Asma
Pemicu mengakibatkan terganggunya saluran pernafasan dan mengakibatkan penyempitan dari saluran pernafasan (bronkokonstriksi). Pemicu tidak menyebabkan peradangan. Banyak kalangan kedokteran yang menganggap pemicu dan bronkokonstriksi adalah gangguan pernafasan akut, yang belum berarti asma.

Gejala-gejala dan bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendek dan lebih mudah diatasi dalam waktu singkat. Namun saluran pernafasan akan bereaksi lebih cepat bila sudah ada atau terjadi peradangan.
  1. Faktor pada pasien
    • Aspek genetik
    • Kemungkinan alergi
    • Saluran napas yang memang mudah terangsang
    • Jenis kelamin
    • Ras/etnik
  2. Faktor lingkungan
    • Bahan-bahan di dalam ruangan :
      • Tungau debu rumah
      • Binatang, kecoa
    • Bahan-bahan di luar ruangan :
      • Tepung sari bunga
      • Jamur
    • Makanan-makanan tertentu, bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan
    • Obat-obatan tertentu
    • Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )
    • Ekspresi emosi yang berlebihan
    • Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
    • Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
    • Infeksi saluran napas
    • Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu
    • Perubahan cuaca

Sumber : http://medicastore.com/asma/penyebab_dan_faktor_pencetus_asma.php

Rabu, 15 Juni 2011

Memperkuat Sistem Kerja Otomasi Perpustakaan

Oleh Bambang Hermanto (Pustakawan UNS Solo)

A. Pendahuluan

Sebagian besar masyarakat terutama mereka yang bergantung pada akses layanan perpustakaan, kebutuhan akan sistem layanan perpustakaan yang cepat, mudah dan sederhana sangat diharapkan. Kebutuhan ini menuntut senantiasa berkembang sesuai dengan dinamika kebutuhan pemustaka dan perkembangan teknologi informasi.

Untuk menjawab kebutuhan pemustaka, pengelolaan perpustakaan saat ini harus dapat bersinergi dengan sumber daya dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan, yang pada akhirnya teknologi menjadi tulang punggung dalam pengelolaan perpustakaan. Teknologi menjadi tulang punggung dalam pengelolaan perpustakaan dikarenakan dengan teknologi memungkinkan perpustakaan memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Kemajuan teknologi informasi sangat dibutuhkan oleh perpustakaan sebagai kekuatan dalam pengolahan, pelayanan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia akan informasi.

Pada saat ini, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret menerapkan teknologi informasi dalam bentuk otomasi perpustakaan. Dengan pertimbangan dari kemampuan software dan hardware yang digunakan, sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung, maka jaringan otomasi perpustakaan diintegrasikan dengan jaringan internet. Dalam perjalanan waktu otomasi perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret terjadi permasalahan mengenai software, hardware dan jaringan komputer. Misalnya software otomasi perpustakaan kena virus, komputer mudah hang atau crash, komputer bekerja lambat, jaringan komputer tidak stabil, server tidak bisa diakses dari komputer client sehingga menyebabkan terganggunya sistem kerja otomasi perpustakaan.



B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dalam makalah ini adalah bagaimana cara menjawab kebutuhan pemustaka dengan sistem kerja otomasi perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret?



C. Pembahasan

Dengan bantuan teknologi informasi diharapkan pekerjaan manual dapat dipercepat, lebih efektif dan efisien. Otomasi perpustakaan akan mempermudahkan pemustaka dalam melakukan penelusuran atau temu kembali informasi yang dibutuhkan. Bagi pustakawan otomasi perpustakaan akan memberikan kemudahan dan mempercepat pekerjaan serta akan memberi peluang bagi pustakawan untuk lebih mengembangkan tugas-tugas kepustakawan yang lain.

Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, pustakawan dan mengatasi masalah yang timbul dalam penerapan otomasi perpustakaan diperlukan cara yang tepat untuk memperkuat sistem kerja otomasi perpustakaan. Adapun cara yang dilakukan di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret antara lain:

1. Menggunakan Router

Sebelum menggunakan router, jaringan dalam dan internet terpisah/berdiri sendiri-sendiri. Jaringan lokal dibuat khusus untuk mengakses otomasi perpustakaan, sedangkan jaringan luar yang terhubung dari UPT Komputer ke perpustakaan untuk akses layanan internet. Sehubungan dengan adanya kebijakan dari pimpinan perpustakaan bahwa untuk server yang digunakan untuk katalog online ada di UPT Komputer maka untuk kegiatan upload data dari program otomasi perpustakaan (program UNSLA) ke pangkalan data di UPT Komputer dengan cara menghubungkan jaringan lokal dan luar, setelah proses upload data selesai jaringan dipisahkan lagi. Dengan kemajuan teknologi, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret dalam manajemen jaringan komputer menggunakan router. Router yang dipasang di UPT Perpustakaan digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan luar (internet). Selain itu digunakan digunakan untuk mengatur komputer mana saja yang diizinkan untuk otomasi perpustakaan, akses internet atau bisa untuk otomasi perpustakaan dan akses internet.

2. Memasang program deep freeze

Komputer client diinstal program deep freeze dengan tujuan agar dapat memproteksi komputer dari virus. Program deep freeze bagi komputer client untuk merekam isi partisi sebelum deep freeze diaktifkan, sehingga apapun yang terjadi perubahan/kerusakan waktu melakukan pelayanan, input data dan penelusuran informasi bisa teratasi dengan cepat.

3. Upgrade hardware

Menguprade komputer merupakan cara untuk meningkatkan kinerja suatu komputer, seperti kecepatan proses, kapasitas memori untuk menampung data, dan tampilan gambar. Upgrade hardware dilakukan dengan cara menambahkan atau mengganti komponen komputer dengan komputer yang mempunyai kemampuan dan kecepatan yang lebih tinggi dari pada sebelumnya. Komponen yang sering diupgrade adalah prosesor, motherbord, memori, VGA card, hardsik dan power suplai.

4. Membackup data

Untuk mengantisipasi apabila terjadinya kerusakan di komputer server/pangkalan data dengan cara melakukan backup data, baik data koleksi , anggota maupun peminjaman koleksi. Backup data dengan cara mengcopykan file data ke komputer dan dialihkan ke hardisk eksternal. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dan idealnya dilakukan pada waktu layanan perpustakaan sudah tutup.

5. Upgrade software

Upgrade software dilakukan dengan cara mengganti sistem lama dengan sistem yang baru. Misalnya untuk sistem operasi yang lama menggunakan windows 98 diuprade dengan windows XP.

6. Melakukan pemeliharaan infrastruktur TI secara berkala

Pemeliharaan dan perawatan peralatan TI bertujuan untuk memperlancar sistem layanan perpustakaan di perpustakaan. Untuk mempermudah mekanisme pelaksanaan ditentukan parameter pemeliharaan dan perawatan terlebih dahulu, kemudian dibuatkan jadwal pelaksanaannya. Adapun bentuk pemeliharaan dan perawatan infrastruktur TI sebagai berikut :

a. Membersihkan motherboard dan hardware lainnya dari debu secara berkala. Untuk membersihkannya dapat menggunakan kuas halus ukuran kecil dan sedang. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan hardware lain (RAM, video card, modem, sound card) dengan sikat halus. Kegiatan ini dilakukan secara berkala yaitu setiap 3 bulan sekali.

b. Uninstall atau buang program yang tidak berguna. Ruang hardisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses write hardisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat dan akan hardisk akan cepat rusak.

c. Membersihkan recycle bin secara rutin

d. Melakukan update antivirus secara berkala

e. Tutup/close program yang tidak berguna. Setiap program yang dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yang dijalankan semakin banyak memory yang tersita. Hal ini dapat menyebabkan komputer berjalan lambat dan beban kerja menjadi lebih berat yang akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.

7. Memasang program antivirus

Antivirus digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus juga dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak

8. Menyediakan UPS atau stavolt

UPS atau stavolt dipasang di server maupun komputer untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen komputer seperti hardisk.

9. Melakukan perbaikan peralatan TI berkala dan berkeseimbangan

Untuk kerusakan yang ringan dan sedang ditangani oleh tim TI UPT Perpustakaan sedangkan peralatan TI yang mengalami kerusakan yang tidak bisa ditangani oleh tim TI perpustakaan diusulkan ke bagian perlengkapan. Misalnya motherboard, hardware dan power suplai mati atau tidak bisa difungsikan lagi.

D. Penutup

Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka tentang sistem layanan perpustakaan yang cepat, mudah dan efektif, maka UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret melakukan cara memperkuat sistem kerja otomasi perpustakaan. Adapun manfaat lain yang diperoleh dari memperkuat sistem kerja otomasi perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret antara lain:

1. sistem kerja otomasi perpustakaan berjalan normal

2. virus tidak mudah menyebar ke komputer lain

3. meningkatkan layanan perpustakaan

4. memperlancar pekerjaan pustakawan

5. memperlancar penelusuran atau temu kembali informasi



Daftar Pustaka

_________. Amankah komputer dan warnet anda dengan deep freeze. 11 Mei 2010. http://jumper99.blogspot.com/2010/05/amankan-komputer-dan-warnet-anda-dengan.html

Aminudin, Ahmad. Router. Agustus 2006. http://aminudin.net/?p=49

Arif, Ikhwan. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan. 11 Juli 2006. (http://aurajogja.wordpress.com/2006/07/11/otomasi-perpustakaan )

Harmawan. Pengantar otomasi Perpustakaan. 1 Augustus 2008. http://pustaka.uns.ac.id/? opt=1001&menu=news&option=detail&nid=56/

Kelwin. Proteksi Komputer Anda Dengan Deep Freeze. 3 Desember 2009. http://www.kelwin-win.co.cc/2009/12/proteksi-komputer-anda-dengan-deep.html

Nur, Hasan. Otomasi Perpustakaan. 28 Pebruari 2007. http://librarycorner.org/ 2007/02/28/otomasi-perpustakaan )

Sulistyo-Basuki. Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung : Remaja Rosdakarya, 1994

Wikipedia Bahasa Indonesia. Router. s.n. < http://id.wikipedia.org/wiki/ Router )

Selasa, 25 Mei 2010

Penerapan Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Di Perpustakaan

Perpustakaan merupakan unsur utama dalam terlaksanannya dan tercapainya tujuan program pengembangan Universitas Sebelas Maret. Perpustakaan sering dikatakan sebagai jantungnya perguruan tinggi. Perpustakaan sebagai unsur pokok yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebagai perguruan tinggi yang bergerak dalam pendidikan, diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkwalitas dan profesional.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat baik dibidang ekonomi, budaya, sosial, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Perkembang pendidikan juga mengalami perkembangan yang pesat serta meningkatnya permintaan informasi bagi masyarakat pengguna maka perpustakaan dituntut untuk memberikan layanan yang baik dan mudah.

Istilah teknologi informasi sering dijumpai, baik dalam media grafik, seperti surat kabar dan najalah, maupun media elektronik, seperti radio dan televisi. Istilah tersebut merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu. Sedangkan informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Jadi pengertian teknologi informasi dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi.

Layanan perpustakaan adalah suatu kegiatan yang berada di perpustakaan meliputi peminjaman, pengembalian, bebas perpustakaan, penelusuran informasi (OPAC).

Dari uraian diatas maka timbul permasalah “ Bagaimana Penerapan Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan Universitas Sebelas Maret “
Pembahasan

Tujuan dan fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat untuk mengumpulkan, menata, mengolah, menyimpan, melestarikan, merawat dan menyediakan bahan pustaka dalam berbagai bentuk. Bahan pustaka baik yang cetak seperti buku, jurnal, hasil penelitian, BPK, skripsi, tesis, koran, majalah dan sebagainya, sedangkan nono cetak seperti CD-ROM, jurnal elektronik, CD, disket, kaset. Perpustakaan mempunyai peran yang jauh lebih penting sebagai tempat belajar dan mengelola pengetahuan.

Penerapan teknologi informasi yang dapat digunakan perpustakaan adalah

* Otomasi Perpustakaan
Otomasi perpustakaan adalah suatu teknologi yang digunakan perpustakaan untuk pengolahan, pelayanan dan penelusuran kembali (OPAC). Program yang digunakan oleh perpustakaan adalah program Dynix
* CD-ROM
CD-ROM adalah berisikan informasi tentang jurnal yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan komputer
* Internet
Pengunaan Internet di perpustakaan bertujuan untuk penyediaan penyediaan sarana dan prasarana dimana pengguna perpustakaan baik mahasiswa, dosen, civitas akademik dan pengeola perpustakaan (pustakawan ) dapat menggunakan Internet. Dalam hal ini, perpustakaan menyediakan sejumlah komputer sebagai terminal yang terhubung ke Internet. Penyediaan layanan akses ini bertujuan untuk memungkinkan sivitas akademika dapat memperoleh informasi yang bersumber dari Web, yang diperlukan
* Digital Library
Digital library adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu tulisan, gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan menyebarluaskan dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Koleksi yang dimasukkan dalam digital library untuk sementara ini adalah skripsi, tesis, makalah.
* Jurnal Elektronik
Jurnal elektronik adalah jurnal yang dikemas dalam bentuk file elektronik dalam penelusuran informasi menggunakan jaringan internet.

Kelebihan yang diperoleh dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan adalah

* Layanan lebih cepat, mudah, dan praktis
* Penelusuran lebih cepat dan mudah
* Menghemat waktu
* Menghemat tenaga
* Membutuhkan sedikit SDM (pustakawan)

Kelemahan yang dihadapi dalam penerapan teknologi informasi di perpustakaan adalah

* Tergantungan pada aliran listrik atau PLN
* Bila komputer rusak layanan terganggu
* Minimnya teknisi komputer

Solusi pemecahan dalam mengatasi kelemahan tersebut adalah

* Perlu adanya jenset untuk mengantisipasi terjadinya mati listrik
* Merengkrut tenaga teknisi komputer
* Mengirim pustakawan mengikuti kursus teknisi komputer
* Pengadaaan komputer yang baru



Penerapan Teknologi Informasi di Perpustakaan ke depan dengan membangun jaringan antar Perpustakaan (katalog online)

Pengertian jaringan perpustakaan adalah hubungan antara perpustakaan yang satu dengan perpustakaan yang lain. Hubungan ini menggunakan jaringan internet atau kabel. Untuk menjaga kelancaran jaringan ini diperlukan suatu kesepakatan bersama mengenai bagaimana teknik pelayanan, pengolahan, dan perawatan jaringan maupun server. Salah satu perpustakaan ada yang menjadi koordinator yang akan mengontrol dan mengawasinnya.

Kelebihan jaringan perpustakaan adalah

* Koleksi dapat digunakan secara optimal
* Mengurangi kedobelan koleksi
* Layanan lebih cepat, mudah, dan praktis
* Penelusuran lebih cepat dan mudah
* Menghemat waktu
* Menghemat tenaga
* Membutuhkan sedikit SDM (pustakawan)

Kelemahan jaringan perpustakaan adalah

* Sedikitnya teknisi komputer di perpustakaan
* Komputer mayoritas masih komputer lama ( belum pentium )
* Tergantung jaringan internet atau kabel
* Bila server rusak layanan terganggu

Solusi pemecahan yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah

* Membuat jaringan sendiri
* Ada server cadangan
* Pengadaan komputer
* Merengkrut teknisi komputer
* Mengirim pustakawan mengikuti kursus teknisi komputer

Kesimpulan

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan meliputi otomasi perpustakaan, CD-ROM, internet, digital library. Program pengembangan penerapan selanjutnya adalah jaringan perpustakaan (katalog online). Manfaat yang diperoleh bagi pengguna adalah mempermudah penelusuran informasi, menghemat waktu, tenaga. Bagi perpustakaan adalah mempermudah dalam mengolah bahan pustaka, meringankan pekerjaan, menghemat tenaga, serta bahan pustaka dapat dimanfaat lebih optimal. Sedangkan bagi Universitas atau sekolah dapat menghemat dana pengadaan bahan pustaka.